4 Jenis Trader Saham Berdasarkan Karakteristiknya


Trader saham merupakan seseorang yang berkegiatan melakukan trading saham dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek. Kegiatan tersebut dapat berlangsung dalam hitungan hari, jam, dan bahkan menit. Itu semua Kembali ke strategi dan karakteristik dari masing-masing trader dan tingkat kontrol arah investasi untuk menghindari risiko kerugian.

Bagi mereka yang menginkan keuntungan besar dalam waktu cepat biasanya akan memilih untuk menjadi trader. Nah, di aplikasi investasi Nanovest, terdapat fitur yang dapat membantu mereka yang tertarik untuk menjadi trader saham ini, yaitu fitur Alert Harga. Pada fitur ini, trader bisa mengatur perubahan harga, baik penurunan atau kenaikan harga, saham yang mereka miliki sehingga mereka tahu kapan waktu yang tepat untuk melepas saham yang dimiliki dan membeli saham lain. 

C:\Users\Ratih_PC\Downloads\Screenshot_2022-01-28-20-02-50-62_e65fae151d6ed031dc604b488883328a.jpg

Nah, bila kamu berniat untuk menjadi trader saham dengan menggunakan Nanovest, ada beberapa hal sebaiknya kamu ketahui terlebih dahulu terkait dengan trader ini.

Jenis Trader Saham

Seperti musik, trader juga memiliki beberapa ‘genre’ yang mereka perankan. Tidak ada yang benar ataupun salah, ini hanya masalah strategi mereka dalam praktik kegiatan investasi. Setidaknya ada 4 tipe trader yang paling populer di dunia saat ini, berikut adalah mereka:

Scalper

Scalper merupakan trader saham yang melakukan transaksi jual dan beli saham dalam waktu yang paling singkat diantara trader lain dalam tipe trader ini. Seorang scalper biasanya bertransaksi jual dan beli hanya dalam hitungan jam bahkan menit.

Menjadi scalper bisa dibilang sangat sulit, selain harus memiliki modal yang besar agar keuntungannya besar, scalper juga dituntut untuk sangat teliti membaca situasi pasar menggunakan Analisa teknikal dengan timeframe menit atau jam.

Day Trader

Seorang dengan tipe day trader biasanya akan bertansaksi jual beli saham di hari yang sama. Mereka biasanya akan memyusun strategi beli pada hari penutupan sebelumnya. Lalu Ia akan membeli pada jam bursa baru dibuka.

Setelah itu para day trader akan terus memantau pergerakan harga, apabila strategi tradingnya tidak sesuai, mereka tidak akan sungkan untuk cutloss. Atau ketika target harga saham mereka berhasil terpenuhi, maka ia akan take profit saat itu juga.

Intinya mereka akan keluar dari bursa di hari dimana mereka masuk. Mereka tidak akan mau untuk menahan saham mereka walaupun satu malam saja. Seorang yang menganut tipe day trader akan sangat disiplin terhadap trading plan mereka.

Swing Trader

Biasanya swing trader akan membuat sebuah algoritma atau pola yang mereka yakini dan apabila break out dari support atau resisten pada pola tersebut, maka Ia akan segera membeli saham dan menjual pada harga yang hampir menyentuh target dari algoritma itu.

Seorang swing trader hanya akan memilih saham dengan tingkat fluktuatif yang sangat tinggi, mereka cenderung menghindari saham yang bergerak sideways.

Position Trader

Seorang position trader biasanya melakukan trading hanya sebagai sampingan. Mereka mampu untuk menahan saham dalam jangka waktu yang relatif lebih Panjang dari semua tipe trader.

Position trader melakukan aktifitas beli pada area support uptren yang mereka yakini. Trader ini biasanya tidak membuat prediksi se-teknikal trader lain, Ia hanya meyakini 2 area yaitu support dan resisten dari historical harga saham. Dan tentu saja Ia baru akan menjualnya ketika saham tersebut mencapai resisten.

Nah, kamu tipe yang mana nih? Apapun tipe tradingnya, pastikan kamu trading di Nanovest ya! Karena Nanovest merupakan aplikasi investasi yang memiliki fitur lengkap. Selain bisa trading saham luar negeri, kamu juga bisa loh melakukan trading kripto.

C:\Users\Ratih_PC\Downloads\Screenshot_2022-01-28-18-47-50-89_e65fae151d6ed031dc604b488883328a.jpg

Pilihan saham globalnya pun sangat melimpah, dengan modal Rp5.000 saja, kamu sudah bisa, loh, jadi investor saham asing. 


Posting Komentar

0 Komentar